Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Karet

Diposting pada

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Karet  – Yang dimaksudkan dengan karet merupakan tanaman yang berasal dari negara Brazil dan pertama kali dikenalkan ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda yang mana pada awal tanaman ini ditanam adalah di Kebun Raya Bogor sebagai salah satu koleksi lalu selanjutnya dikembangkan sebagai tanaman perkebunan di negara Indonesia.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Karet
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Karet

Selain karet alam juga terdapat karet sintesis yang bermanfaat dalam industri gas, seperti seal, gas karet, minyak membran, gasket, dan barang – barang lain untuk peralatan kendaraan bermotor.

Guna mengenal lebih jelas tentang tanaman karet maka melalui artikel kami kali ini akan berbagi informasi tentang klasifikasi dan morfologi tanaman karet secara lengkap.

Klasifikasi Tanaman Karet

 

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Viridiplantae
Infra kingdom : Streptophyta
Super divisi : Embryophyta  
Devisi : Tracheophyta
Sub divisi : Spermatophytina
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Hevea Aubl.
Spesies : Hevea Brasiliensis

Morfologi Tanaman Karet

Setelah anda sukses mengetahui tentang klasifikasi tanaman karet maka langkah selanjutnya adalah mengenal morfologi tanaman karet sebagai berikut :

1. Morfologi akar tanaman karet

Tanaman karet mempunyai akar tunggang yang mampu menopang batang tanaman yang berukuran besar dan tinggi. Akar tunggang ini mampu menembus masuk ke dalam tanah hingga kedalaman sekitar 1,5 m bahkan lebih. Sedangkan akar lateralnya mampu tumbuh menyebar ke samping dengan panjang hingga 10 m. Di samping itu terdapat bulu – bulu akar yang memiliki fungsi untuk menyerap air dan juga nutrisi dalam tanah.

Baca Juga : Cara Budidaya Kembang Kol

2. Morfologi batang tanaman karet

Batang – batang tanaman karet tumbuh lurus ke atas dan memiliki percabangan yang cukup tinggi yang mana batang tanaman ini mengandung getah yang disebut dengan lateks. Pohon karet mampu tumbuh tinggi hingga mencapai ketinggian sekitar 25 m dari permukaan tanah juga tanaman ini dapat hidup hingga berumur 100 tahun.

3. Morfologi daun tanaman karet

Tanaman karet mempunyai daun yang terdiri dari tangkai daun utama dan tangkai anak daun yang berukuran panjang tangkai daun utama sekitar 3 s/d 20 cm sedangkan tangkai anak daun utama berukuran sekitar 3 s/d 10 cm yang biasanya terdapat 3 anak daun dalam satu helai daun karet dan masing – masing daun berbentuk elips memanjang dengan ujung yang runcing serta pada bagian tepi rata. Daun pada tanaman ini mempunyai warna hijau dan apabila daun telah tua maka kemudian akan rontok lalu berubah warna menjadi kuning kemerahan.

4. Morfologi bunga tanaman karet

Yang dimaksudkan dengan bunga karet adalah termasuk ke dalam bunga majemuk yang terdiri dari bunga jantan dan bunga betina serta terdapat / terbungkus dalam malai berbentuk payung yang perkembangannya jarang. Bunga – bunga betina memiliki rambut dengan masing – masing ukuran bunga sedikit lebih besar dibandingkan dengan bunga jantan dan banyak mengandung bakal buah yang memiliki ruang berjumlah tiga buah. Kepala putik memiliki posisi duduk yang juga berjumlah 3 buah sedangkan bunga jantan memiliki 10 benang sari yang tersusun dalam satu tiang.

5. Morfologi buah tanaman karet

Buah karet mempunyai pembagian ruang yang jelas yang mana masing – masing ruang memiliki bentuk setengah bola. Jumlah ruang bersangkutan biasanya 3 namun pada beberapa batang pohon berjumlah 6 ruang. Jika buah sudah matang maka buah akan pecah dengan sendirinya untuk kemudian biji di dalamnya akan terlempar jatuh yang mana nantinya akan tumbuh pada lingkungan yang syarat tumbuhnya mendukung.

6. Morfologi biji tanaman karet

Biji – biji dari tanaman karet terdapat dalam masing – masing ruang buah dan pada setiap ruang hanya berisikan satu biji saja sehingga jumlah biji yang dihasilkan sesuai dengan jumlah ruangnya. Biji – biji karet memiliki warna cokelat kehitaman dan ada bercaknya yang khas. Biji – biji ini berukuran besar dan cukup keras namun mengandung racun.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman karet, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Jeruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *